Browse By

Proyek Jet Tempur F-15IDN Berakhir, Kemenhan Ungkap Alasan Harga Jadi Penghambat Utama

Boeing dan Indonesia saat menandatangani pembelian jet tempur F-15EX pada 2023. (Foto: Dok. Biro Infohan Kemhan RI)

JAKARTA, Inforiska News – Ambisi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan udara dengan jet tempur canggih asal Amerika Serikat, F-15EX Eagle II, dipastikan terhenti. Pabrikan dirgantara raksasa, Boeing, secara resmi mengumumkan pengakhiran proses kampanye penjualan jet tempur tersebut untuk pasar Indonesia.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Strategi Boeing Defense, Space, and Security, Bernd Peters, di sela-sela ajang Singapore Airshow pada Selasa (3/2/2026).

“Saya sampaikan bahwa perjanjian dengan Indonesia ini tidak lagi menjadi kampanye aktif bagi Boeing,” tegas Peters kepada media internasional.

Alasan Ekonomi: Penawaran Harga F-15EX Terlalu Tinggi

Menanggapi penghentian sepihak tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, memberikan penjelasan mendalam. Menurutnya, kendala utama pengadaan jet tempur generasi 4.5 ini terletak pada aspek finansial.

Meskipun Pemerintah Indonesia telah mengirimkan Letter of Request sebagai langkah awal, angka yang diajukan oleh pihak produsen belum menemui titik temu dengan anggaran pertahanan nasional.

“Harga yang diajukan dinilai masih terlalu tinggi sehingga belum dapat ditindaklanjuti ke tahap penganggaran resmi,” ujar Brigjen TNI Rico pada Rabu (4/2/2026).

Kilas Balik Perjalanan F-15IDN: Dari MoU hingga Kode Khusus

Rencana pengadaan 24 unit F-15EX ini sebenarnya memiliki sejarah panjang. Penjajakan dimulai pada 2021 saat Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Beberapa poin penting dalam riwayat proyek ini meliputi:

  • Kunjungan Strategis: Pada 2023, delegasi RI mengunjungi fasilitas Boeing di St. Louis, AS.
  • Memorandum of Understanding (MoU): Indonesia sempat menandatangani nota kesepahaman komitmen pembelian.
  • Kode Identitas Khusus: Pihak Amerika Serikat bahkan telah meresmikan kode F-15IDN khusus untuk armada yang akan dikirim ke Indonesia.

Namun, dinamika prioritas nasional dan ketiadaan realisasi anggaran membuat kesepakatan tersebut berakhir di atas kertas tanpa adanya kontrak pembelian resmi.

Fokus Alutsista: Proyek Helikopter Apache Tetap Aman

Meskipun pengadaan jet tempur tempur “Elang” ini batal, kerja sama militer antara Indonesia dan Boeing tidak sepenuhnya terputus. Bernd Peters memastikan bahwa dukungan dan proyek penjualan helikopter AH-64 Apache untuk TNI AD tetap berjalan sesuai komitmen awal.

Mengenai pengganti F-15EX, Brigjen TNI Rico menegaskan bahwa pemerintah tidak terburu-buru mengalihkan dana ke pesawat lain. Setiap keputusan pengadaan alutsista akan melalui kajian strategis yang ketat guna memastikan efisiensi anggaran negara.